Kejari Cilacap Hadiri Sosialisasi Sejarah Bumi Hangus Cilacap 1947 untuk Perkuat Wawasan Kebangsaan

Cilacap – Kejaksaan Negeri Cilacap menghadiri kegiatan Coffee Morning dengan Tema Sosialisasi Sejarah Bumi Hangus Cilacap Tahun 1947 yang diselenggarakan di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Cilacap, Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 168 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah, akademisi, penggiat sejarah, guru, hingga awak media.

Kehadiran Kejaksaan Negeri Cilacap diwakili oleh Samikun, S.Pd., S.H., M.H., Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Cilacap, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah lokal yang memiliki nilai penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, serta semangat cinta tanah air.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana sosialisasi sejarah Peristiwa Bumi Hangus Cilacap Tahun 1947, salah satu peristiwa heroik dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang memiliki nilai strategis dalam sejarah nasional.

Mengangkat Nilai Patriotisme Melalui Sejarah Lokal

Acara diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembukaan, doa, sambutan Pj. Bupati Cilacap, penyerahan cendera mata, paparan narasumber, sesi diskusi, hingga penutupan.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap serta Dinas Sejarah Angkatan Laut atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Beliau menegaskan bahwa Peristiwa Bumi Hangus Cilacap Tahun 1947 merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa yang mengandung nilai patriotisme, pengorbanan, persatuan, serta semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, pemerintah daerah mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas sejarah, akademisi, dan media untuk bersama-sama melestarikan sejarah lokal sebagai bagian dari penguatan identitas daerah dan pembangunan karakter generasi muda.

Peristiwa Bumi Hangus Cilacap Memiliki Nilai Strategis Nasional

Dalam prolognya, Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, M.Tr.Opsla., menjelaskan bahwa Dinas Sejarah Angkatan Laut terus berkomitmen mendokumentasikan perjalanan sejarah bangsa melalui berbagai kajian dan produksi film sejarah.

Menurutnya, Peristiwa Bumi Hangus Cilacap Tahun 1947 dipilih karena memiliki posisi strategis dalam sejarah perjuangan Indonesia. Pada masa Agresi Militer Belanda, Cilacap merupakan satu-satunya pelabuhan internasional Republik Indonesia yang masih berfungsi sehingga menjadi target utama Belanda.

Keputusan melakukan operasi bumi hangus terhadap berbagai fasilitas vital merupakan strategi pertahanan agar aset-aset tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pihak Belanda.

Edukasi Sejarah untuk Generasi Muda

Paparan materi yang disampaikan Kolonel Laut (Purn.) Drs. Heri Sutrisno, M.Si. menjelaskan perkembangan sejarah Kabupaten Cilacap sejak masa kerajaan Nusantara, masa kolonial Belanda, Perang Dunia II, hingga perannya sebagai gerbang maritim Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Peristiwa Bumi Hangus Cilacap Tahun 1947 dinilai menjadi salah satu bukti nyata strategi pertahanan rakyat semesta dalam menghadapi Agresi Militer Belanda sekaligus menunjukkan pentingnya posisi Cilacap sebagai pusat pertahanan maritim nasional.

Untuk menjaga nilai sejarah tersebut, diperlukan berbagai langkah pelestarian, antara lain melalui pembangunan museum sejarah, penyusunan muatan lokal pendidikan, pengembangan wisata sejarah, produksi film dokumenter, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi masyarakat.

Komitmen Melestarikan Sejarah sebagai Identitas Bangsa

Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya Peristiwa Bumi Hangus Cilacap Tahun 1947 sebagai bagian dari sejarah nasional.

Pelestarian sejarah lokal diharapkan mampu menjadi media pendidikan karakter, memperkuat identitas daerah, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menanamkan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda sehingga semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga dan memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *