Pada Jumat, 3 Mei 2024, Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Setjen Wantannas RI) mengadakan audiensi dengan pejabat Kabupaten Cilacap. Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 orang, termasuk Mayjen TNI Syachrilya E. Siregar S.E, Deputi Sistem Nasional Dewan Ketahanan Nasional RI, dan Brigjen TNI Godman Siagian S.IP M.Si, Kapokja.

Dalam sambutannya, Ir. Sujito MS.i, PJ Sekda Kab. Cilacap, menekankan pentingnya melihat sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Dia juga memaparkan bahwa Kabupaten Cilacap, yang memiliki wilayah seluas 213.850 ha dan penduduk sebanyak 1.988.622 orang, menghasilkan sampah sebanyak 955 ton per hari.

Untuk mengatasi masalah ini, Kabupaten Cilacap telah menerapkan strategi pengelolaan sampah yang berhasil mengelola 752 ton sampah per hari atau 78,70% dari total sampah. Strategi ini melibatkan pengurangan sampah dan penanganan sampah, termasuk operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Refuse Derived Fuel (TPST RDF).

TPST RDF, yang telah beroperasi sejak Agustus 2020, kini beroperasi dengan kapasitas 150 ton per hari dan dapat menghasilkan produk RDF antara 33% sampai dengan 52% dari sampah segar. Operasional TPST RDF ini telah memberikan banyak manfaat, termasuk meningkatnya kebersihan, kenyamanan, dan ketentraman masyarakat, serta menjadi destinasi edukasi pengelolaan sampah dan waste to energy.

Ir. Sujito berharap bahwa penyelenggaraan TPST RDF ini dapat terus berlanjut dan beroperasi dengan baik sebagai salah satu solusi bagi penanganan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Cilacap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *