Cilacap, 27 Juni 2025 – Pada hari Jumat, bertempat di Pendopo Kabupaten Cilacap dan Pantai Teluk Penyu, telah dilaksanakan Kegiatan Festival Nelayan tahun 2025. Acara ini dihadiri oleh sekitar 20.000 orang dan bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur serta untuk melestarikan adat dan budaya masyarakat nelayan Cilacap.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain:
- Dr. Auliya Rachman, S.STP., M.Si. (Bupati Cilacap) beserta Ibu
- Ammy Amalia Fatma Surya, S.H, MKn (Wakil Bupati Cilacap)
- H. Taufik Nurhidayat (Ketua DPRD Cilacap) beserta Ibu
- Dr. Muhammad Irfan Jaya, SH., MH (Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap) beserta Ibu
- Kombes Pol. Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H (Kapolresta Cilacap) beserta Ibu
- Letkol Inf. Andi Aziz (Dandim 0703/Cilacap) beserta Ibu
- Letkol Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi, S.A.P., M.Tr.Opsla (Danlanal Cilacap) beserta Ibu
- Drs. Ahmad Juaeni, M.H. (Ketua Pengadilan Agama Cilacap) beserta Ibu
- Thomas Kepomo SH (Panitera Muda Hukum Pengadilan Negeri Cilacap)
- Drs. Sadmoko Danardono (PJ. Sekda Kabupaten Cilacap) beserta Ibu
- Para Kepala OPD Kabupaten Cilacap
- Sarjono (Ketua HNSI Kabupaten Cilacap)
- Untung Wijayanto (Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap)
- Para Ketua Kelompok Nelayan dari berbagai wilayah
- Warga Nelayan Kabupaten Cilacap
- Perwakilan BUMN dan BUMD Kabupaten Cilacap
- Tamu undangan dan masyarakat umum.
Festival ini diawali dengan arak-arakan yang dimulai dari Pendopo Wijayakusuma Sakti Cilacap menuju Pantai Teluk Penyu. Rangkaian acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan tarian. Prosesi penyerahan Jolen dan Gunungan dari HNSI kepada Tumenggung Duta Pangarsa juga menjadi bagian penting dari acara ini.
Sebanyak sembilan jolen dilarung ke laut, termasuk satu jolen milik Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan delapan lainnya berasal dari kelompok nelayan. Setiap jolen diisi dengan sekitar 108 macam ubo rampe, seperti kepala kerbau, sapi, kambing, ayam hidup, serta dupa dan bunga. Tahun ini, festival ini juga mendapatkan kehormatan dengan adanya sesaji titipan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berupa pakaian lengkap wanita dan perhiasan, yang juga dilarung ke laut sebagai simbol penghormatan budaya antar wilayah.
Kegiatan Festival Nelayan Kabupaten Cilacap dilaksanakan setiap tahun pada bulan Syuro atau Muharram sebagai bagian dari tradisi Jawa yang ada di Cilacap. Festival ini merupakan ritual para nelayan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan rezeki yang diterima. Dalam prosesi Sedekah Laut, doa dan harapan dipanjatkan agar para nelayan diberikan keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan profesinya.
Festival Nelayan telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh masyarakat, baik di dalam maupun luar Kota Cilacap, dan telah menjadi bagian dari “Calendar of Event Pariwisata” di tingkat Kabupaten Cilacap dan Provinsi Jawa Tengah.
Setelah kegiatan Festival Nelayan tahun 2025, dilanjutkan dengan Ruwatan dan Resepsi Sedekah Laut yang dilaksanakan di masing-masing kelompok nelayan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus melestarikan budaya dan tradisi nelayan Cilacap serta memperkuat rasa kebersamaan di antara masyarakat.



