Cilacap, 13 Oktober 2025 – Kejaksaan Negeri Cilacap menyelenggarakan kegiatan Siraman Rohani sebagai upaya memperkuat spiritualitas pegawai. Acara ini menghadirkan Ustadz H. Baitul Muktadin, LC. dari Kemenag Cilacap, dengan tema “Fii Ahsani Taqwim” yang menginspirasi peserta untuk introspeksi dan peningkatan akhlak.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Siraman Rohani ini bertujuan memberikan pencerahan mental, spiritual, dan semangat kepada seluruh keluarga besar Kejaksaan Negeri Cilacap. Kegiatan ini juga menjadi momen muhasabah (introspeksi) diri untuk memperbaiki akhlak dan perilaku sesuai ajaran agama, sehingga pegawai dapat melaksanakan tugas pokok fungsi dengan lebih baik.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Acara berlangsung pada hari Senin, 13 Oktober 2025, pukul 08.00 WIB hingga 08.45 WIB, di Aula Satya Adhi Wicaksana Kejaksaan Negeri Cilacap. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap beserta para pejabat dan pegawai.
Peserta dan Rangkaian Acara
Peserta utama meliputi:
- Dr. Muhammad Irfan Jaya, S.H., M.H. (Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap)
- Para Kasi dan Kasubagbin
- Seluruh Pegawai Kejaksaan Negeri Cilacap
Rangkaian kegiatan terdiri dari ceramah oleh Ustadz H. Baitul Muktadin, LC., yang memberikan siraman rohani untuk meningkatkan kesadaran spiritual.
Isi Ceramah Ustadz H. Baitul Muktadin
Dalam ceramahnya, Ustadz H. Baitul Muktadin menjelaskan tema “Fii Ahsani Taqwim” berdasarkan Surat At-Tin ayat 4 Al-Qur’an, yang berarti “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Ia menekankan bahwa manusia diciptakan dalam rupa fisik yang sempurna, namun memiliki potensi kebaikan (malaikat sebagai bisikan kebaikan) dan keburukan (setan sebagai godaan).
Pesan utama meliputi:
- Jangan merasa puas dengan kebaikan diri sendiri; selalu waspadai potensi keburukan seperti hasad (iri dengki) atau kesombongan.
- Pentingnya introspeksi diri dan terus berbuat kebaikan sebagai bentuk ibadah, tanpa mengharapkan balasan manusia.
- Selalu bersyukur atas segala nikmat, baik yang baik maupun yang tidak menyenangkan, karena semuanya berasal dari Allah SWT. Hadis yang dikutip: “Man lam yaskuril qalil lam yasykuril katsir, wa man lam yasykurinnas lam yaskurillah” (Barang siapa tidak mensyukuri yang sedikit maka tidak mensyukuri yang banyak. Dan barangsiapa yang tidak bersyukur pada manusia, maka tidak bersyukur pada Allah).
Ceramah ini menginspirasi peserta untuk menjaga keseimbangan antara kebaikan dan keburukan dalam diri, serta meningkatkan kesyukuran dan akhlak mulia.
Kesimpulan dan Dampak Kegiatan
Kegiatan berlangsung lancar dan memberikan motivasi bagi pegawai Kejaksaan Negeri Cilacap untuk menjalankan tugas dengan integritas dan spiritualitas yang tinggi. Kejaksaan berkomitmen terus mengadakan kegiatan serupa untuk mendukung kesejahteraan pegawai.



