CILACAP – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar upacara di Alun-Alun Cilacap, Jalan Jenderal Sudirman No. 32, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, pada Rabu (22/10/2025) pagi. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta ini berlangsung khidmat, aman, dan kondusif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Cilacap Dr. Syamsul Auliya Rachman, S.STP., M.Si selaku pembina upacara beserta istri, serta Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Dr. Muhammad Irfan Jaya, S.H., M.H. didampingi Ketua IAD Daerah Cilacap Ibu Rini Irfan Jaya. Turut hadir pula unsur Forkopimda Kabupaten Cilacap, di antaranya Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi, S.A.P., M.Tr.(Opsla), Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Andi Aziz, S.Hub.Int, serta sejumlah pejabat OPD, pimpinan lembaga keagamaan, dan tokoh masyarakat.

Upacara berlangsung tertib dengan susunan kegiatan mulai dari penghormatan pasukan, pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, naskah Resolusi Jihad, ikrar santri Indonesia, hingga amanat pembina upacara. Bertindak sebagai pemimpin upacara yakni Jenal Sodikin, S.T., M.T dari Politeknik Negeri Cilacap.

Makna Hari Santri dan Pesan Kebangsaan

Dalam amanatnya, Bupati Cilacap membacakan Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya momentum Hari Santri sebagai wujud penghargaan terhadap perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Disebutkan bahwa penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri berakar dari Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Fatwa tersebut memantik semangat perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah hingga melahirkan peristiwa heroik 10 November di Surabaya.

Tahun ini, Hari Santri 2025 mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” yang mencerminkan peran penting santri dalam menjaga kemerdekaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. Pemerintah juga menegaskan dukungan terhadap pesantren melalui kebijakan nasional, antara lain Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas program-program yang berpihak pada pesantren, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kedua program tersebut disebut sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya bagi para santri.

Semangat Santri untuk Kemajuan Bangsa

Peringatan Hari Santri menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga agen perubahan dalam pembangunan bangsa. Santri masa kini dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga sains, teknologi, dan bahasa global agar mampu bersaing di kancah dunia.

Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa dan persembahan lagu Mars Ya Lal Wathan serta Mars Hari Santri oleh peserta upacara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Penegasan Nilai-Nilai Kebangsaan

Melalui peringatan ini, Kejaksaan Negeri Cilacap turut meneguhkan komitmennya untuk senantiasa mendukung penguatan nilai kebangsaan, semangat keagamaan, dan moralitas publik sebagaimana diwariskan para ulama dan pejuang bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *