Cilacap, 3 November 2025 – Kejaksaan Negeri Cilacap kembali menyelenggarakan kegiatan spiritual untuk memperkuat nilai-nilai keimanan di lingkungan kerja. Pada hari Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 08.00 WIB hingga 09.00 WIB, Siraman Rohani dilaksanakan di Aula Satya Adhi Wicaksana Kejaksaan Negeri Cilacap. Acara ini menghadirkan penceramah H. Salim, S.Ag. dari Kementerian Agama (Kemenag) Cilacap, yang membahas tema “Ciri-Ciri Orang Beriman” berdasarkan ajaran Al-Qur’an.
Peserta dan Rangkaian Kegiatan
Kegiatan dihadiri oleh Dr. Muhammad Irfan Jaya, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Subbagian (Kasubagbin), serta seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Cilacap. Siraman Rohani ini bertujuan memberikan pencerahan mental, spiritual, dan semangat bagi keluarga besar Kejaksaan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. Selain itu, acara menjadi momentum muhasabah (introspeksi) diri untuk memperbaiki akhlak dan perilaku sesuai ajaran agama.
Kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif, mencerminkan komitmen Kejaksaan Negeri Cilacap dalam membangun lingkungan kerja yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.
Isi Ceramah: Ciri-Ciri Orang Beriman dari Surat Al Anfal Ayat 2
Dalam ceramahnya, H. Salim, S.Ag. menjelaskan ciri-ciri orang beriman melalui Surat Al Anfal ayat 2: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (Q.S. Al Anfal: 2). Penceramah menguraikan tiga sifat utama orang beriman yang dihiasi oleh ayat ini.
Sifat Pertama: Hati Bergetar Saat Disebut Nama Allah SWT
Orang beriman memiliki hati yang bergetar ketika nama Allah SWT disebut. Getaran ini bukanlah rasa takut biasa, melainkan perasaan haru dan takjub atas keagungan dan kekuasaan Tuhan. Ini mencerminkan kesadaran akan nikmat dan karunia-Nya, yang mendorong sikap tawadhu dan penghormatan mendalam.
Sifat Kedua: Iman Bertambah Saat Mendengar Ayat Al-Qur’an
Ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan, iman orang beriman semakin bertambah. Ayat-ayat tersebut memberikan dalil kuat yang mempengaruhi jiwa dan memperdalam keyakinan. H. Salim, S.Ag. menekankan bahwa iman bukanlah statis; ia bisa bertambah atau berkurang tergantung ilmu dan amal. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW: “Iman itu lebih dari 70 cabang, yang tertinggi adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Sifat Ketiga: Bertawakal Hanya kepada Allah SWT
Orang beriman sepenuhnya bertawakal kepada Allah SWT, bukan kepada yang lain. Tawakal adalah senjata terakhir kaum muslimin dalam mewujudkan amal. Ini menunjukkan ketergantungan total pada kehendak Ilahi, yang membawa ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.
Selain itu, penceramah menyoroti pentingnya menegakkan salat sebagai bukti nyata keimanan. Salat bukan sekadar ritual, melainkan menghadirkan nilai-nilai seperti disiplin, fokus, dan keimanan kepada hal gaib. Orang yang tidak melaksanakan salat secara rutin dianggap memiliki kelemahan iman atau bahkan kemunafikan, karena salat adalah manifestasi langsung dari pengabdian kepada Allah.
Dampak Positif bagi Kejaksaan Negeri Cilacap
Siraman Rohani ini menjadi sarana penting untuk memperkuat integritas dan semangat pengabdian di Kejaksaan Negeri Cilacap. Dengan memahami ciri-ciri orang beriman, pegawai diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tugas sehari-hari, seperti menegakkan hukum dengan jujur, adil, dan bertawakal. Acara ini sejalan dengan komitmen Kejaksaan untuk membangun aparatur yang berintegritas, sebagaimana ditegaskan dalam amanat Jaksa Agung sebelumnya.
Kejaksaan Negeri Cilacap mengucapkan terima kasih kepada H. Salim, S.Ag. dan Kemenag Cilacap atas kontribusinya. Semoga kegiatan ini terus menginspirasi dan memperkuat keimanan seluruh insan Adhyaksa. Mari kita jadikan nilai-nilai ini sebagai landasan untuk Indonesia yang lebih baik!



