Cilacap, 11 September 2024 – Rapat Tindak Lanjut Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) terkait Tanah PT. Rumpun Sari Antan (RSA) di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, telah dilaksanakan pada Rabu (11/9) bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap. Rapat yang berlangsung dari pukul 09.55 WIB hingga 11.45 WIB ini dihadiri oleh 25 peserta dari berbagai instansi terkait.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap, Karsono, A.Ptnh., S.H., M.Si, memimpin rapat tersebut dan menyampaikan sambutannya. Beliau menekankan pentingnya distribusi tanah dalam mendukung Reforma Agraria di wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap. Karsono menyebut bahwa tanah yang telah ditetapkan sebagai Lokasi Prioritas Reforma Agraria ini mencakup wilayah Caruy, Kecamatan Cipari, dan sebagian lahan PT. RSA akan didistribusikan untuk pemukiman, pondok pesantren, Bumdes, serta fasilitas umum lainnya.

Dalam sambutannya, Karsono juga menyoroti dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk penyerahan sertifikat tanah secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam program redistribusi tanah di Kabupaten Cilacap. “Kita mendukung penuh program redistribusi tanah dari Kementerian BPN terhadap lokasi prioritas ini,” ujarnya.

Isdiarto Aji Wibowo, Direktur Utama PT. RSA, juga menyampaikan bahwa pihaknya mendukung program Reforma Agraria ini. “Kami siap bersinergi agar tidak ada sengketa antara warga dan PT. RSA, serta memastikan proses redistribusi tanah berjalan lancar,” ungkap Isdiarto.

Rapat ini juga menghasilkan kesepakatan penting mengenai redistribusi tanah seluas lebih kurang 28,33 hektar, yang akan diperuntukkan untuk pemukiman, fasilitas umum, serta tanah kolektif Serikat Tani Merdeka (STaM) di sejumlah desa di Kecamatan Cipari. Proses redistribusi akan melibatkan peninjauan langsung ke lapangan oleh BPN Cilacap setelah inventarisasi jumlah bidang tanah yang akan didistribusikan selesai dilakukan oleh kepala desa dan kelompok masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *